Produsen Diminta Alihkan Produksi Oksigen Industri ke Medis

- Senin, 5 Juli 2021 | 16:59 WIB
Ilustrasi agen tengah mengisi tabung isi ulang oksigen medis (Istimewa / Ayosemarang)
Ilustrasi agen tengah mengisi tabung isi ulang oksigen medis (Istimewa / Ayosemarang)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Tri Saktiyana, Asisten Sekretaris Daerah DIY Bidang Perekonomian dan Pembangunan mengatakan, produksi oksigen medis tak mencukupi akibat kasus Covid-19 melonjak.

Sehingga, kata dia, produsen pun diminta mengalihkan produksi oksigen yang tadinya untuk industri menjadi kebutuhan medis. Tri memahami, pengalihan ini tidak mudah dilakukan dan membutuhkan waktu. Hal ini juga masih dalam koordinasi oleh pemerintah pusat dengan pihak-pihak terkait.

"Dari rapat koordinasi kemarin sore (dengan pemerintah pusat), produksi oksigen untuk kesehatan sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan lonjakan oksigen. Sehingga perlu switch (pengalihan) dari yang tadinya bukan untuk medis dialihkan untuk medis," kata Tri, Senin (5/7/2021).

Tri menyebut, di DIY sendiri tak ada produsen oksigen. Pasokan oksigen untuk DIY sebagian besar didatangkan dari Jawa Tengah.

Namun, dengan kebutuhan oksigen yang melonjak akibat kenaikan kasus Covid-19 yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, pasokan oksigen juga harus didatangkan dari provinsi lain. Seperti dari Jawa Barat dan Jawa Timur agar ketersediaan oksigen tetap terjaga di rumah sakit, terutama rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yang ada di DIY.

"Pak Luhut (Menko Bidang Maritim dan Investasi) menyampaikan, di luar Jawa juga masih ada sedikit oksigen medis untuk dikirim ke Jawa. Tapi distribusinya membutuhkan waktu, tapi ini upaya-upaya kita mengatasi kondisi darurat dan ini perlu gotong royong," ujarnya dalam berita Republika--jaringan Ayoyogya.

Menurut dia, kebutuhan oksigen khusus untuk DIY di masa normal mencapai 20 hingga 25 ton per hari. Namun, di masa lonjakan kasus Covid-19 saat ini kebutuhan oksigen pun meningkat mencapai dua hingga tiga kali lipat.

"Setidaknya kita per hari (kebutuhannya mencapai) 55 ton oksigen. Dan ini tentu harus ada kerja sama karena kita tidak punya pabrik, baik itu dengan Jateng maupun Jatim," sebutnya.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan, di saat lonjakan kasus Covid-19 saat ini, kebutuhan oksigen untuk 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY per harinya mencapai 20 ton. Kebutuhan ini meningkat dari yang sebelumnya hanya 17 ton per hari.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

5 Penyebab Tenaga Mesin Diesel Loyo

Minggu, 26 September 2021 | 16:49 WIB

5 Makhluk Ajaib yang Tenar di Film Harry Potter

Minggu, 26 September 2021 | 14:00 WIB

Semua Vaksin Gratis, Jika Ada yang Berbayar Lapor di Sini

Minggu, 26 September 2021 | 13:20 WIB

PON XX Papua, Menhub RI Pastikan Akses Transportasi Aman

Minggu, 26 September 2021 | 12:27 WIB

Pola Hidup Vegetarian, Antara Gaya Hidup atau Kesehatan?

Minggu, 26 September 2021 | 11:31 WIB

Overthingking Bikin Mudah Sakit, Berikut Penjelasannya

Minggu, 26 September 2021 | 09:35 WIB
X