Covid-19 di DIY Melonjak, MCCC Desak Pemda Tegas Tarik Rem Darurat

- Senin, 28 Juni 2021 | 23:11 WIB
Ilustrasi -- Pemda DIY diminta tarik rem darurat mengingat kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan (www.freepik.com)
Ilustrasi -- Pemda DIY diminta tarik rem darurat mengingat kasus Covid-19 semakin mengkhawatirkan (www.freepik.com)

AYO BACA : Covid-19 di DIY Melonjak, MCCC Desak Pemda Tegas Tarik Rem Darurat

AYO BACA : 105 ASN Pemkab Sleman Positif Covid-19

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Kasus Covid-19 di DIY sudah di tahap mengkhawatirkan.
 
Berdasar data yang dirilis oleh Dinkes pada 27 Juni 2021, ada 830 kasus terkonfirmasi positif. Tercatat, total akumulasi kasus aktif sebesar 15,41 persen atau sebanyak 8.917 kasus aktif, dengan positivity rate sebesar 25,46 persen serta bed occupancy rate (BOR) total sudah sebesar 85,37 persen.
 
Merespons situasi tersebut, Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) DIY menyampaikan beberapa rekomendasi kepada DIY Sri Sultan HB X">Gubernur DIY Sri Sultan HB X untuk mengatasi dampak lonjakan kasus Covid-19 di Yogyakarta.
 
“Kami menilai perlu diambil kebijakan pembatasan sosial berskala DIY yang lebih ketat untuk menekan/menurunkan potensi penularan, di antaranya dengan menekan mobilitas pekerja, maksimalkan skema kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi semua ASN di DIY dan pekerja sektor formal lain dalam 1 sampai 2 pekan ke depan, kecuali di sektor-sektor vital,” kata Arif Jamali Muis, dari MCCC DIY, Senin (28/6/2021).
 
Arif Jamali Muis menyarankan agar pemda menghentikan dan menunda semua kegiatan yang potensial menimbulkan kerumunan tanpa terkecuali, termasuk kegiatan pariwisata, pembelajaran tatap muka sekolah, kegiatan sosial dan ritual keagamaan, sampai dengan penularan dapat dikendalikan.
 
“Kemudian menggelorakan solidaritas dan modal sosial masyarakat, di antaranya aktivasi satgas RT/RW/Dukuh/Desa, disertai sikap sembodo dari Pemerintah dengan tutur atau pelatihan taktis, motivasi, pendampingan satgas komunitas oleh Pemdes/Pemkab dan Pemprov, uwur atau memberi sumberdaya pada komunitas), serta sembur yaitu dengan doa, kebijakan yang kredibel, konsisten, bisa dipercaya,” ujarnya dalam berita Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.
 
Pada sektor hilir, yang meliputi respons kedaruratan dan penanganan medis, dia meminta kepada Sultan untuk memberikan jaminan bagi relawan dan pekerja medis dalam bentuk pemenuhan hak-hak mereka secara tepat waktu. Tak hanya itu, Pemda diminta agar menjamin ketersediaan kebutuhan respon medis berupa APD (Alat Pelindung Diri) sesuai standar, farmasi/obat-obatan, termasuk kebutuhan oksigen medis yang beberapa waktu belakangan ini kebutuhannya meningkat drastis dan sempat langka.
 
Kepada pemerintah pusat, MCCC DIY melalui meminta agar segera mencairkan klaim dari beberapa rumah sakit atas penanganan medis yang sudah dilakukan dalam respons pandemi Covid-19, baik untuk tahun 2020 lalu maupun tahun ini.
 
“Sumber daya berupa cash flow tersebut dibutuhkan oleh rumah sakit yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk pelayanan lebih lanjut,” tegasnya.
 
Arif Jamali Muis juga meminta Gubernur untuk mengajak insan pers serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar bergerak bersama, berkolaborasi memberikan edukasi, komunikasi risiko yang tepat, sahih, dan argumentatif bagi warga masyarakat.
 
“Itu semua agar terbangun kesadaran bersama untuk mitigasi yang lebih baik dan solid, melawan segala bentuk hoaks dan pernyataan-pernyataan yang melemahkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini,” terangnya.
 
Terakhir, Arif Jamali Muis meminta agar program vaksinasi diselenggarakan secara lebih masif, merata, dan berkeadilan dengan melibatkan lebih banyak sumberdaya dan modal sosial yang dimiliki DIY.
 
“Keberadaan Puskesmas, Polindes, Bidan Desa serta sumberdya medis/kesehatan di Perguruan Tinggi di DIY agar dimobilisasi untuk akselerasi vaksinasi. Kelompok-kelompok rentan seperti difabel, pekerja sektor informal, perlu mendapat afirmasi sebagai kelompok sasaran vaksinasi di DIY,” tandasnya.

AYO BACA : PERSI DIY Sebut Sia-Sia Tambah Bed Isolasi jika Warga Tak Taat Prokes

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Info Lowongan Kerja PT Telkom, Ini Persyaratannya

Rabu, 22 September 2021 | 10:25 WIB

Inilah Ciri Kode Redeem FF 22 September 2021 yang Asli

Rabu, 22 September 2021 | 05:00 WIB

7 Ponsel Murah Spek Gahar Terbaik untuk September 2021

Rabu, 22 September 2021 | 01:14 WIB

Rekomendasi 10 Ponsel dengan Triple Kamera Terbaik

Rabu, 22 September 2021 | 00:51 WIB

Kelebihan Redmi 10, Review Ponsel Murah dari Xiaomi

Rabu, 22 September 2021 | 00:29 WIB

ADA SG 2 UNGU dalam Kode Redeem FF 22 September 2021

Selasa, 21 September 2021 | 21:27 WIB
X