Pascagempa Bantul 2006, Merapi Disebut Bergejolak hingga Tak Stabil

- Jumat, 28 Mei 2021 | 03:36 WIB
Sejumlah warga di Dukuh Stabelan RT 004 RW 005, Desa Tlogolele, Kecamatan, Selo, Kabupaten Boyolali, masih beraktivitas seperti biasa, Selasa (10/11/2020). (Suara.com/RS Prabowo)
Sejumlah warga di Dukuh Stabelan RT 004 RW 005, Desa Tlogolele, Kecamatan, Selo, Kabupaten Boyolali, masih beraktivitas seperti biasa, Selasa (10/11/2020). (Suara.com/RS Prabowo)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Gempa bumi berkekuatan 5,9 magnitudo mengguncang Jogja pada 27 Mei 2006 atau 15 tahun silam.

Gempa dahsyat yang berpusat di Kabupaten Bantul itu terjadi selama kurang lebih 57 detik.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida mengatakan pihaknya turut mengenang peristiwa tersebut. Terlebih saat gempa Jogja terjadi Gunung Merapi juga tengah berada pada fase erupsi.

"Saat itu perhatian masyarakat tertuju pada Gunung Merapi yang tengah berada pada fase erupsi. Namun, gempa tektonik yang diperkirakan bersumber di Sesar Opak ini tiba-tiba terjadi dan menyebabkan korban jiwa dan kerugian harta benda yang sangat besar," kata Hanik, Kamis (27/5/2021).

Hanik menuturkan gempa dahsyat tersebut menimbulkan sejumlah reaksi di Gunung Merapi sendiri. Saat itu jaringan seismik Gunung Merapi merekam gempa susulan pasca-kejadian gempa ini.

Berdasarkan catatan yang dimiliki, pada hari pertama, tercatat sebanyak 115 kali gempa susulan terjadi dalam dalam sehari. Kemudian tanggal 28 Mei 2006 tercatat 95 kali kejadian, dan pada 29 Mei 2006 jumlahnya menurun menjadi 57 kali.

"Setelah terjadi gempa tersebut, kecepatan pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi meningkat dan semakin tidak stabil," ujarnya dalam berita SuaraJogja.id--jaringan Ayoyogya.com.

Hal itu dapat terlihat dari frekuensi kejadian awan panas yang meningkat secara tajam. Akibat hal itu frekuensi awan panas yang awalnya hanya 26 kejadian per hari kemudian meningkat menjadi 94 kejadian per hari.

"Gempa Yogyakarta ini terbukti memberikan pengaruh besar pada aktivitas Gunung Merapi dan daerah rawan gempa bumi di DIY dan Jawa Tengah," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Info Lowongan Kerja PT Telkom, Ini Persyaratannya

Rabu, 22 September 2021 | 10:25 WIB

Inilah Ciri Kode Redeem FF 22 September 2021 yang Asli

Rabu, 22 September 2021 | 05:00 WIB

7 Ponsel Murah Spek Gahar Terbaik untuk September 2021

Rabu, 22 September 2021 | 01:14 WIB

Rekomendasi 10 Ponsel dengan Triple Kamera Terbaik

Rabu, 22 September 2021 | 00:51 WIB

Kelebihan Redmi 10, Review Ponsel Murah dari Xiaomi

Rabu, 22 September 2021 | 00:29 WIB

ADA SG 2 UNGU dalam Kode Redeem FF 22 September 2021

Selasa, 21 September 2021 | 21:27 WIB
X