Alami Kekerasan, Warga Wadas Tetap Tempuh Segala Cara Tolak Tambang

- Kamis, 29 April 2021 | 20:51 WIB
Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhli bersama perwakilan warga Desa Wadas dan pendamping hukumnya dalam jumpa wartawan di Kantor LBH Yogyakarta Kamis (29/4/2021). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)
Direktur LBH Yogyakarta Yogi Zul Fadhli bersama perwakilan warga Desa Wadas dan pendamping hukumnya dalam jumpa wartawan di Kantor LBH Yogyakarta Kamis (29/4/2021). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Ricuh terjadi saat sosialisasi pemasangan patok lokasi penambangan antara aparat dengan warga Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jumat lalu (23/4/2021).

Meski demikian, warga setempat mengaku tetap semangat menolak penambangan material Bendungan Bener di wilayahnya.

Salah satu warga yang juga merupakan anggota paguyuban menolak penambangan material Bendungan Bener, Nawaf Syarif Nawawi, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan segala cara selagi memungkinkan untuk menolak aktivitas penambangan. Ia juga mengaku bahwa selama ini dirinya bersama dengan warga sudah melakukan berbagai cara.

"Kami ini bingung, sudah sampaikan ke sana sini tapi tidak ada respons," ujar Nawaf di Kantor LBH Yogyakarta, Kamis (29/4/2021).

Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai cara selagi memungkinkan untuk menolak penambangan material Bendungan Bener. Termasuk kegiatan mujahadah yang dilakukan Jumat (23/4/2021) lalu merupakan salah satu usaha untuk menolak penambangan tersebut.

Sayangnya, dalam kegiatan doa bersama dan aksi damai yang dilakukan warga tersebut diwarnai dengan kericuhan. Nawaf menceritakan jika saat itu dirinya tengah mendokumenyasikan kegiatan warga dan bahkan tidak berada di jalan. Namun, dirinya turut dalam salah satu dari sebelas warga yang diamankan ke Polres Bener.

"Warga itu mujahadah dalam rangka menolak sosialisasi dan saya itu posisi di atas megang hp. Saya cuma foto-foto, ngevideo," terangnya dalam berita Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Nawaf mengaku menerima tindakan represif di dalam mobil milik kepolisian. Selanjutnya Nawaf juga menegaskan bahwa warga Wadas tidak ditunggangi pihak luar. Baik sebelum didampingi oleh LBH Yogyakarta, perjuangan warga Wadas memang sudah menolak aktivitas penambangan.

Selain Nawaf, tim kuasa hukum warga Wadas, Julian Duwi Prasetia juga menjadi salah satu dari sebelas orang yang diamankan pihak kepolisian. Kepada wartawan, ia menceritakan bahwa kericuhan pada acara sosialisasi tersebut diawali oleh tangisan ibu-ibu yang takut kehilangan tanahnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Nyetir Saat Mabuk, Lizzy ex-After School Kena Denda

Kamis, 28 Oktober 2021 | 23:00 WIB

PCA 2021 Tunjuk BTS, TXT dan Squid Game Jadi Nominasi

Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Sebut Siswa Teroris, Guru di AS Terkena Skorsing

Rabu, 27 Oktober 2021 | 20:00 WIB

Sempat Kritis, Penyanyi Oddie Agam Meninggal Dunia

Rabu, 27 Oktober 2021 | 14:05 WIB
X