Pukat UGM Gelar Diskusi, Ini Kata Anies Soal Korupsi

- Jumat, 9 April 2021 | 00:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Humas Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Humas Pemprov DKI Jakarta)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Anies Baswedan, Jakarta">Gubernur DKI Jakarta menyebut, korupsi dipicu oleh tiga hal mendasar, salah satunya adalah keserakahan.

Hal itu diutarakan saat mantan Mendikbud tersebut mengikuti serial diskusi "Membeda Praktik Korupsi Kepala Daerah", yang digelar secara daring oleh Diksi Milenial Yogyakarta di Grand Tjokro Gejayan, Kamis (8/4/2021).

Dalam kesempatan itu, Anies merinci penyebab adanya praktik korupsi, Pertama, korupsi yang disebabkan oleh kebutuhan diselesaikan dengan memberikan pendapatan yang cukup untuk hidup layak. Jika kebutuhan hidup layak tidak bisa dipenuhi di tempat yang bersangkutan bekerja maka tanggung jawab di rumah yang harus ditunaikan maka harus cari yang lain.

Kedua korupsi karena keserakahan, kata Anies, sebagai sesuatu yang tidak ada ujungnya. Salah satu cara menghadapinya, yakni dengan hukuman yang berat, sanksi tegas dan tidak pandang bulu.

Lalu ada yang ketiga, yakni korupsi disebabkan oleh sistem. Menurutnya, situasi ini bukan karena kebutuhan bukan keserakahan tapi karena proses yang dikerjakan.

"Kondisi yang dihadapi bisa membuat dirinya dinilai bahkan terjebak dalam praktik korupsi. Nah yang ini perlu solusi sistemik. Di sinilah rongga yang terus menerus dicari terobosannya," ucapnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Anies menambahkan pemerintah DKI Jakarta terus melakukan inovasi terkait pengawasan dalam potensi-potensi praktik tersebut. Dari smart planing, budgeting, hingga pengadaan yang baik.

Pihaknya bahkan juga membentuk KPK Ibu Kota yang bertugas untuk membantu Gubernur untuk mengawasi dan memantau praktik yang terjadi di DKI Jakarta. Harapannya dengan itu bisa melakukan pencegahan jika ada masalah serta menindak dengan cepat dan terus-menerus melakukan improvement.

"Komitmen, yang eksplisit, proses pembiasaan atas nilai-nilai yang disepakati, serta proses pengawasan dan langkah-langkah tegas bila terjadi penyimpangan menjadi kunci," tambahnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

5 Makhluk Ajaib yang Tenar di Film Harry Potter

Minggu, 26 September 2021 | 14:00 WIB

Semua Vaksin Gratis, Jika Ada yang Berbayar Lapor di Sini

Minggu, 26 September 2021 | 13:20 WIB

PON XX Papua, Menhub RI Pastikan Akses Transportasi Aman

Minggu, 26 September 2021 | 12:27 WIB

Pola Hidup Vegetarian, Antara Gaya Hidup atau Kesehatan?

Minggu, 26 September 2021 | 11:31 WIB

Overthingking Bikin Mudah Sakit, Berikut Penjelasannya

Minggu, 26 September 2021 | 09:35 WIB

Situs Template PPT Gratis, Ada 15 Web yang Terbaik

Minggu, 26 September 2021 | 05:30 WIB

Jangan Beli Laptop Bekas sebelum Tahu 5 Tips Ini

Minggu, 26 September 2021 | 01:26 WIB

Kampas Rem Motor Cepat Habis karena 4 Hal Ini

Minggu, 26 September 2021 | 01:03 WIB

Cara Memperpanjang Durasi Video Instagram

Minggu, 26 September 2021 | 00:47 WIB
X