Fix! Akibat Cuitannya di Twitter, Ferdinand Hutahaean Jadi Tersangka dan Resmi Ditahan

- Selasa, 11 Januari 2022 | 11:30 WIB
Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka akibat cuitannya yang melanggar SARA. (Ayoindonesia)
Ferdinand Hutahaean ditetapkan sebagai tersangka akibat cuitannya yang melanggar SARA. (Ayoindonesia)

KEBAYORAN BARU, AYOYOGYA.COM-- Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka terkait kasus ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), Senin 10 Januari 2022.

Ferdinand ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan lebih dari 13 jam. 

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber langsung menjebloskan Ferdinand ke rumah tahanan Mabes Polri tahap pertama, selama 20 hari sejak Senin 10 Januari 2022. 

"Setelah dilakukan pemeriksaan melalui proses pemeriksaan terhadap 17 saksi, 21 saksi ahli, termasuk saksi terlapor saudara FH. Kemudian hari ini telah dilakukan pemeriksaan terhadap FH sebagai saksi tadi pagi ya dari jam 10.30 sampai dengan 21.30. Setelah pemeriksaan saudara FH sebagai saksi, dilakukan gelar perkara," ujar Ramadhan, Senin (10/1/2022) malam. 

Baca Juga: Mahfud MD dan Gus Mus Soal Yel SARA: Merendahkan dan Melukai

Ramadhan menuturkan, tim penyidik menaikan status Ferdinand dari saksi menjadi tersangka setelah melewati serangkaian pemeriksaan. 

"Atas dasar pemeriksaan saksi, juga saksi ahli, dan adanya barang bukti dilakukanlah gelar perkara. Setelah dilakukan gelar perkara, tim penyidik Ditsiber telah mendapatkan 2 alat bukti sesuai dengan KUHP, sehingga menaikan status saudara FH dari saksi menjadi tersangka," katanya. 

Nantinya, Ferdinand akan menjalani penahanan tahap pertama di rutan Mabes Polri selama 20 hari. 

"Setelah itu dilakukan pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka. Kemudian untuk tindak lanjut penyidikan, penyidik melakukan proses penangkapan dan dilanjutkan penahanan. Alasan penahanan yang dilakukan penyidik ada 2 alasan, yang pertama alasan subjektif, dikhawatirkan yang bersangkutan melarikan diri, dikhawatirkan yang bersangkutan mengulangi perbuatan lagi, dan dikhawatirkan menghilangan barang bukti," jelasnya. 

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dukung IKN, HIPMI DIY Kecam Pernyataan Edy Mulyadi

Senin, 24 Januari 2022 | 18:10 WIB

Pukat UGM Apresiasi KPK Gencar Lakukan OTT tapi…

Jumat, 21 Januari 2022 | 10:00 WIB

Ini Aturan Booster Vaksinasi Covid- 19 Versi Kemenkes

Selasa, 18 Januari 2022 | 14:30 WIB
X