PPKM, Pemkot Jogja Fokus Awasi Perkantoran

- Minggu, 11 Juli 2021 | 17:51 WIB
Ilustrasi — Pemkot Jogja fokus melakukan pengawasan terhadap perkantoran selama PPKM Darurat (AyoSemarang/Budi Cahyono)
Ilustrasi — Pemkot Jogja fokus melakukan pengawasan terhadap perkantoran selama PPKM Darurat (AyoSemarang/Budi Cahyono)

KOTA YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM — Pemkot Yogyakarta tengah fokus melakukan pengawasan penerapan aturan PPKM Darurat di perkantoran. Tindakan tegas akan diberlakukan jika ada kantor yang melanggar PPKM Darurat.

"Kita ingin fokus kepada kantor-kantor yang tidak patuh kepada aturan PPKM Darurat ini. Baik yang esensial dan kritikal apalagi yang non esensial dan kritikal yang masih buka," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Minggu (11/7/2021).

Fokus penerapan aturan di lingkungan perkantoran itu juga sebagai upaya untuk menekan mobilitas masyarakat, sehingga sebaran kasus Covid-19 bisa lebih berkurang.

AYO BACA : JCW: Pemda DIY Terkesan Tak Punya Sense of Crisis dalam Penanganan Pandemi

Heroe mengatakan akan berkoordinasi dengan jajaran Satpol-PP, TNI, hingga Polri dalam menegakan aturan tersebut di area perkantoran. "Nanti bersama teman-teman Satpol-PP, Polresta, Kodim, dan Provos nanti akan turun untuk melihat di beberapa perkantoran yang masih buka atau melanggar ketentuan PPKM Darurat," ujarnya dalam berita Suara.com—jaringan Ayoyogya.com.

Disampaikan Heroe, teguran akan diberikan jika memang masih menemukan kantor yang tidak taat aturan PPKM Darurat, termasuk salah satu di antaranya terkait dengan aturan teknis kapasitas bekerja di kantor.

Seperti diketahui, untuk perkantoran yang tidak melayani kebutuhan esensial dan kritikal diwajibkan untuk 100 persen menerapkan Work From Home (WFH), sedangkan untuk sektor esensial dibatasi hingga 50 persen.

AYO BACA : Diskominfo DIY: Lonjakan Kasus Covid-19 Berkaitan dengan Hoaks

"Ya nanti pastinya kita tegur, langsung kita minta untuk mematuhi ketentuan. Jadi kalau yang non esensial harus 100 persen WFH ya kita minta WFH. Nanti yang esensial harus 50 persen ya 50 persen. Jadi itu nanti langsung kita minta untuk mematuhi itu, kalau engga ya kita tutup," tegasnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

10 Objek Wisata Jogja Viral yang Wajib Dikunjungi 

Rabu, 22 September 2021 | 03:07 WIB

Sleman Komitmen Genjot Swasembada Daging Sapi

Selasa, 21 September 2021 | 16:00 WIB

KIPI Usai Vaksin Covid-19 Benarkah Ubah Siklus Menstruasi

Selasa, 21 September 2021 | 10:20 WIB

Cakupan Vaksinasi di Bantul Capai 52,23 Persen

Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
X