Belajar dari Gempa 2006, BPBD Sleman Kuatkan Kesadaran Warga terhadap Bencana

- Jumat, 28 Mei 2021 | 04:05 WIB
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Gempa Bantul yang terjadi pada 15 tahun silam memberi dampak kerusakan yang besar.

Bukan hanya di daerah Bantul yang menjadi pusat gempa bumi, tapi juga di daerah sekitarnya, termasuk Sleman mengalami kerusakan berat.

Kepala Seksi Mitigasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Joko Lelono menuturkan, tiga wilayah di Sleman -- Prambanan, Kalasan, dan Berbah -- menjadi kawasan yang paling besar terdampak dari gempa berkekuatan 5,9 magnitudo tersebut.

Pasalnya tiga wilayah di Bumi Sembada itu yang masuk ke dalam Sesar Opak atau diketahui sebagai kawasan yang menjadi rawan gempa bumi.

“Kita yang kena wilayah Sleman itu mulai Prambanan terus Kalasan, Berbah. Itu yang utama tapi di luar itu ya ada cuma tidak terlalu parah,” kata Joko, Kamis (27/5/2021).

Joko mengatakan setelah kejadian gempa pada 2006 tersebut pihaknya lantas membuat peta amplifikasi gampa di Kabupaten Sleman. Dari peta tersebut yang masuk ke dalam kawasan rawan atau merah tetap di daerah Prambanan, Kalasan dan Berbah.

"Dari sesar opak masuknya di Prambanan, Berbah, Kalasan dari situ kita bisa memprediksi ancaman gempa itu sampai dimana dengan amplifikasi gempa," tuturnya, dilansir dari SuaraJogja.id--jaringan Ayoyogya.com.

Lebih lanjut, Sesar Opak sendiri merupakan patahan yang terjadi pada batuan akibat adanya gaya dari dalam bumi. Baik itu gaya tektonik ataupun vulkanik.

Kondisi patahan itu yang berada di sekitar sungai Opak di wilayah DIY. Berdasarkan informasi sejumlah wilayah yang dilalui Sesar Opak memiliki potensi gempa yang lebih besar dibandingkan daerah yang tidak.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

10 Objek Wisata Jogja Viral yang Wajib Dikunjungi 

Rabu, 22 September 2021 | 03:07 WIB

Sleman Komitmen Genjot Swasembada Daging Sapi

Selasa, 21 September 2021 | 16:00 WIB

KIPI Usai Vaksin Covid-19 Benarkah Ubah Siklus Menstruasi

Selasa, 21 September 2021 | 10:20 WIB

Cakupan Vaksinasi di Bantul Capai 52,23 Persen

Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
X