BNPB Berencana Bangun Wahana Edukasi Gempa di Bantul

- Jumat, 28 Mei 2021 | 03:57 WIB
Sekretaris utama BNPB Lilik Kurniawan ditemui usai acara peringatan gempa bumi di Pundong, Bantul, Kamis (27/5/2021). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)
Sekretaris utama BNPB Lilik Kurniawan ditemui usai acara peringatan gempa bumi di Pundong, Bantul, Kamis (27/5/2021). - (SuaraJogja.id/Mutiara Rizka)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- BNPB bekerja sama dengan Pemkab Bantul akan membangun wisata edukasi di dekat episentrum gempa yang terjadi pada 27 Mei 2006 lalu.

Sekretaris Umum Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya berencana membangun wahana edukasi untuk pembelajaran gempa bumi. Wahana tersebut ke depannya bisa digunakan agar generasi berikutnya mengetahui bahwa di Bantul pernah terjadi gempa bumi.

"Kita tahu polanya gempa bumi adalah bisa terjadi di waktu yang akan datang. Jadi inilah yang akan informasi ini perlu disampaikan ke generasi penerus," kata Lilik, Kamis (27/5/2021).

Jangan sampai, jika kelak ketika pelaku atau orang yang mengalami gempa sudah tidak ada, generasi berikutnya lupa pernah ada gempa berkekuatan 5,9 magnitudo di Bantul. Kemungkinan bencana gempa akan berulang bisa terjadi. Wilayah Protobayan, Srihardono, Pundong dinilai menjadi lokasi yang tepat lantaran tempat itu merupakan titik episentrum gempa tahun 2006.

Ke depannya Lilik akan membentuk tim-tim kecil yang bertugas membangun wahana edukasi. Kemudian tim yang mengumpulkan semua artefak, baik video, foto, buku dan segala yang berkaitan dengan gempa agar masyarakat bisa 100 persen memahami. Pihaknya ingin wisata itu sepenuhnya dikelola masyarakat.

"Kami ingin semua yang mengelola masyarakat. Jadi konsepnya adalah pemberdayaan masyarakat," imbuhnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Lilik berharap, masyarakat bisa menerima pembangunan wisata edukasi gempa tersebut. Sejak awal, ia ingin melibatkan masyarakat. Ia berharap wahana tersebut bisa direalisasikan dengan segera. Saat ini sudah ada tim yang mendesain konsep wahana tersebut. Ke depannya akan ada sarana inti dan pendukung.

Beberapa fasilitas yang diperkirakan ada adalah masjid, tempat makan dan minum, movie theater, amphy theater. Semua itu harus ada pengelolanya dan dikelola bersama-sama oleh masyarakat. Dari masyarakat dan kembali lagi kepada masyarakat. Lilik mengatakan bahwa pihaknya akan menata lokasi yang akan digunakan sebagai calon wahan edukasi itu terlebih dahulu.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bantul periode 1999 sampai 2010, Idham Samawi mengaku mendukung rencana tersebut. Sebagai kepala daerah yang memimpin saat terjadinya gempa, Idham mengakui bahwa edukasi mengenai bencana yang bisa terjadi secara berulang tersebut penting untuk terus dilakukan.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

10 Objek Wisata Jogja Viral yang Wajib Dikunjungi 

Rabu, 22 September 2021 | 03:07 WIB

Sleman Komitmen Genjot Swasembada Daging Sapi

Selasa, 21 September 2021 | 16:00 WIB

KIPI Usai Vaksin Covid-19 Benarkah Ubah Siklus Menstruasi

Selasa, 21 September 2021 | 10:20 WIB

Cakupan Vaksinasi di Bantul Capai 52,23 Persen

Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
X