Wakil Bupati Bantul Menangis Saat Kenang Gempa 2006

- Jumat, 28 Mei 2021 | 03:47 WIB
Ilustrasi gempa (Istimewa)
Ilustrasi gempa (Istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Pemkab Bantul memperingati 15 tahun gempa bumi yang mengguncang wilayahnya.

Dalam momentum itu, Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko Purnomo menangis mengingat dirinya yang merasa gagal mengayomi rakyat saat menjabat sebagai Ketua DPRD.

Dalam sambutanya, Joko menceritakan bagaimana ia dan Idham Samawi, yang saat itu menjabat Bupati Bantul, menghadapi situasi gempa. Meski demikian, dalam peringatan 15 tahun gempa berkekuatan 5,9 magnitudo itu Joko mengingatkan untuk tidak larut dalam kesedihan.

"Yang sangat kita pentingkan saat itu adalah masyarakat kita sangat sadar bahwa tidak boleh terpuruk dan larut dalam kesedihan," kata Joko, Kamis (27/5/2021).

Mengingat gempa 15 tahun lalu, Joko mengaku mendampingi Idham di rumah sakit sejak pukul 06.00 WIB. Sembari mengusap air mata yang mengalir di sudut matanya, Joko menceritakan bagaimana Idham menyebut diri mereka sebagai pemimpin yang tidak beraga karena melihat banyak warga yang bergelimpangan di depannya, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Di sisi lain, satu hal membanggakan yang diakui Joko adalah satu hari setelah gempa terjadi pihaknya langsung mengadakan rapat di DPRD bersama dengan Bupati untuk melakukan refocusing anggaran. Kesepakatan perubahan anggaran APBD juga langsung dilaksanakan satu hari setelahnya.

Mengenang saat pemulihan bencana, Joko menceritakan bagaimana Idham sebelumnya melarang masyarakat untuk mengemis bantuan di jalan. Dalam kurun waktu dua tahun, Bantul akhirnya berhasil bangkit dari pemulihan bencana pascagempa dahsyat dengan kedalaman 10 km dan titik episentrum di Protobayan, Srihardono, Pundong, Bantul.

"Kehilangan harta benda tidak apa-apa tapi jangan sampai kehilangan harga diri," tukasnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Berbeda dengan sebelumnya, saat ini Joko menjabat sebagai Wakil Bupati Kabupaten Bantul dan masyarakat sendiri tengah berhadapan dengan pandemi Covid-19. Jika sebelumnya bencana gempa hura haranya bisa terlihat, maka berbeda dengan pandemi yang tak kasat mata.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

10 Objek Wisata Jogja Viral yang Wajib Dikunjungi 

Rabu, 22 September 2021 | 03:07 WIB

Sleman Komitmen Genjot Swasembada Daging Sapi

Selasa, 21 September 2021 | 16:00 WIB

KIPI Usai Vaksin Covid-19 Benarkah Ubah Siklus Menstruasi

Selasa, 21 September 2021 | 10:20 WIB

Cakupan Vaksinasi di Bantul Capai 52,23 Persen

Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
X