Sejumlah Warga di Pleret Terinfeksi Cikungunya

- Kamis, 15 April 2021 | 22:14 WIB
Ilustrasi penyakit chikugunya yang disebabkan oleh nyamuk. (Shutterstock)
Ilustrasi penyakit chikugunya yang disebabkan oleh nyamuk. (Shutterstock)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Sejumlah warga di Pedukuhan Brajan, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul terinfeksi penyakit cikungunya.

Lurah Wonokromo Machrus Hanafi menjelaskan bahwa kejadian serangan virus yang berasal dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini terjadi sejak dua pekan lalu.

"Benar di tengah Covid-19 ini ada sejumlah warga di Brajan yang mengalami gejala terserang penyakit cikungunya. Sudah sekitar 14 hari lalu," jelas Hanafi, Kamis (15/4/2021).

Ia melanjutkan bahwa gejala para pasien yang terjangkit cikungunya adalah demam tinggi. Selain itu, ada beberapa orang yang mengalami sakit kepala yang tidak tertahankan, muncul bintik-bintik merah, dan ada yang merasa mual.

"Selanjutnya kejadian itu langsung ditangani oleh puskesmas sembari melaporkan ke Dinkes," ujar dia dalam berita SuaraJogja.id--jaringan Ayoyogya.com.

Hanafi tak mengetahui pasti jumlah pasien yang terinfeksi cikungunya di Padukuhan Brajan.

"Untuk jumlah pastinya berapa kurang begitu paham, kebetulan yang mengerti Dukuh, namun yang bersangkutan masih sakit jadi belum saya konfirmasikan lagi jumlahnya," terang dia.

Pasien yang terjangkit penyakit ini sudah berjalan dua pekan. Hanafi mengaku sebagian warganya sudah menjalani pemulihan.

"Sudah ada yang pulih dan kebanyakan dirawat di rumah masing-masing. Sejauh ini yang di puskesmas atau RS tidak ada," katanya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Mengharukan! Badut Berpenghasilan Rp20.000 Bantu ODGJ

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB

10 Rekomendasi Kuliner Murah dan Legendaris di Jogja

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
X