Puluhan Burung Kuntul Mati, BKSDA Lakukan Tes PCR

- Rabu, 24 Februari 2021 | 20:38 WIB
Burung kuntul di kawasan Hutan Mangrove Baru Padukuhan Baros Kalurahan Trihargo Kapanewonan Kretek Bantul ditemukan mati misterius. (Istimewa)
Burung kuntul di kawasan Hutan Mangrove Baru Padukuhan Baros Kalurahan Trihargo Kapanewonan Kretek Bantul ditemukan mati misterius. (Istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) membentuk tim untuk menyelidiki fenomena kematian puluhan burung kuntul.

Kematian puluhan burung kuntul tersebut terjadi di Hutan Mangrove, Padukuhan Baros, Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Kepala Seksi BKSDA Yogyakarta Wilayah I, Untung Suripto menyebutkan, pihaknya memang sengaja membentuk tim penanganan kematian puluhan burung Kuntul tersebut karena fenomena seperti ini baru pertama kali terjadi di wilayah DIY. Terlebih selama ini BKSDA sebenarnya telah memiliki balai konservasi khusus burung kuntul yang ada di Kabupaten Sleman.

"Nah, di tempat konservasi kami, sama sekali belum pernah terjadi. Maka kami bentuk tim," kata Untung, Rabu (24/2/2021).

Untung mengatakan, tim yang ia bentuk telah bekerja dengan melakukan pengambilan sampel dan menanyai masyarakat sekitar. Dari observasi yang mereka lakukan sementara, ternyata burung kuntul yang mati adalah anakan burung kuntul bukan burung kuntul dewasa.

Di mana burung kuntul tersebut diperkirakan jatuh dari sarangnya ketika ditinggal oleh indukannya mencari makan. Karena anakan burung kuntul tersebut jatuh maka kondisinya dehidrasi hebat dan di dalam lehernya terdapat bakteri cacing yang bisa menimbulkan penyakit.

"Kami itu mengambil sampel untuk dibawa ke BBVet di Wates. Kebetulan sampelnya masih hidup, namun dalam perjalanan ternyata mati. kemudian di BBVet kita lakukan nekropsi (autopsi) pada tubuh kuntul yang mati tersebut," ungkapnya.

Kendati dari hasil nekropsi tersebut diketahui adanya cacing dan dehidrasi pada burung kuntul yang mati, namun pihaknya tidak ingin berandai-andai. Pihaknya juga melakukan rapid test dan juga PCR atau swab pada hewan yang telah mati tersebut.

Rapid test untuk kuntul yang mati tersebut mereka lakukan untuk membuktikan apakah kematian puluhan burung kuntul tersebut karena flu burung. Namun dari hasil rapid test menyebutkan burung burung kuntul yang mati tersebut negatif dari flu burung.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Mengharukan! Badut Berpenghasilan Rp20.000 Bantu ODGJ

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB

10 Rekomendasi Kuliner Murah dan Legendaris di Jogja

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
X