Menko PMK Minta Warga di Bantul Hilangkan Stigma Pasien Covid-19

- Jumat, 19 Februari 2021 | 00:17 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy menyapa satu keluarga yang sedang menjalani karantina mandiri di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (18/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)
Menko PMK Muhadjir Effendy menyapa satu keluarga yang sedang menjalani karantina mandiri di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Kamis (18/2/2021). - (SuaraJogja.id/Muhammad Ilham Baktora)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) meninjau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bantul, Kamis (18/2/2021).

Ia bersama Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo juga menyapa satu keluarga yang sedang menjalani karantina atau isolasi mandiri (isoman) di Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul.

Muhadjir Effendy bersama rombongan Dinkes Bantul menyapa satu keluarga tersebut dengan jarak sekitar 10 meter dari rumah yang digunakan untuk karantina mandiri. Satgas juga menyiapkan disinfektan untuk disemprot di sekitar Muhadjir Effendy berdiri.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir Effendy berbincang menggunakan mikrofon yang telah disiapkan pihak kalurahan dengan salah seorang anggota keluarga. Tak hanya berbincang, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga menanyakan kondisi serta memberi santunan. Pihaknya juga mengapresiasi bagaimana warga sekitar juga membantu keluarga tersebut dengan sejumlah sembako.

"Sebenarnya PPKM berskala mikro yang menyasar ke lingkup paling kecil (RT) yang diperintahkan Bapak Presiden itu ya contoh di wilayah Wirokerten ini. Masyarakat bergotong royong, lalu kebutuhan sehari-hari keluarga yang terkonfirmasi Covid-19 dan isolasi mandiri semua diambil alih oleh kalurahan," kata Muhadjir Effendy, Kamis.

Ia menjelaskan bahwa karantina mandiri harus dilakukan selama 14 hari sesuai masa inkubasi virus. Salah satu anggota keluarga yang dia kunjungi tak memiliki gejala dan termasuk OTG.

Dari penuturan keluarga tersebut, mereka diketahui terpapar Covid-19 saat salah satu dari mereka menjalani tes swab. Selama pandemi, mereka belum pernah ikut rapid test atau swab PCR.

Satgas Covid-19, yang saat itu melakukan tracing, menawarkan tes swab, dan hasilnya positif. Setelah itu, satu keluarga yang berkontak erat harus ikut isolasi mandiri selama 14 hari ke depan.

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa 3T, atau tracing, test, dan treatment, harus dilakukan tenaga kesehatan untuk mengetahui jumlah kasus. Harapannya, bisa segera diambil tindakan untuk mengantisipasi penyebaran virus.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Mengharukan! Badut Berpenghasilan Rp20.000 Bantu ODGJ

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB

10 Rekomendasi Kuliner Murah dan Legendaris di Jogja

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
X