Kekerasan Terhadap Anak di Bantul Meningkat

- Senin, 1 Februari 2021 | 21:50 WIB
Ilustrasi, kekerasan anak (istimewa)
Ilustrasi, kekerasan anak (istimewa)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Warga Bantul kembali dikejutkan dengan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada awal tahun ini di wilayahnya.

Kasus tersebut menyeret seorang pria berinisial TMJ (50) menjadi tersangka. Ia melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap tiga anak di bawah umur.

Kejadian tersebut menandakan, persoalan kekerasan seksual terhadap anak menjadi isu penting yang perlu diselesaikan pemerintah.

Menelisik dari data kekerasan anak di Unit PPA Polres Bantul, tercatat selama medio 2020 terdapat total 24 kasus dengan jumlah korban 40 orang dan 24 pelaku.

Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun 2019, dengan total 15 kasus, 27 korban anak, dan 15 pelaku.

"Kekerasan pada anak di Bantul paling banyak itu kekerasan seksual dan penelantaran, tetapi kasus kekerasan paling banyak, dan jumlah kasus kekerasan seksual pada anak terus meningkat. Paling banyak terjadi tahun 2020, di tahun 2021 sudah ada satu kasus dengan korban tiga anak," ujar Banit PPA Polres Bantul Aipda Musthafa Kamal, dihubungi wartawan, Senin (1/2/2021).

Kamal menjelaskan, kekerasan pada anak umumnya dilakukan oleh orang terdekat, bisa dari tetangga bahkan keluarga korban sendiri.

Ia mencontohkan, ada kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh orang tua pada anak kandungnya, ada pula kakak yang melakukan kekerasan seksual pada adiknya.

"Yang menjadi pelaku kekerasan seksual pada anak justru orang terdekat. Tetangga, orang tua, kakak juga ada yang menjadi pelaku kekerasan seksual. Ini yang kemudian membuat kami miris, apalagi Bantul sedang berupaya menjadi Kabupaten Layak Anak (KLA)," lanjutnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

X