Mayoritas Kapanewon Sleman Zona Merah, Pengungsi Bakal Jalani Rapid Test

- Minggu, 22 November 2020 | 18:13 WIB
Ilustrasi -- rapid test (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi -- rapid test (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Dinkes Sleman berencana melakukan rapid test terhadap pengungsi lereng Merapi.

Hal ini terkait peta epidemiologi Sleman, yang menunjukkan mayoritas kapanewon di Sleman berstatus sebagai zona merah.

"Rencananya memang akan rapid test antigen buat pengungsi. Namun sejauh ini masih terus dimatangkan pelaksanaannya," kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Minggu (22/11/2020).

Joko menyebutkan, rencana pelaksanaan tersebut guna memastikan tidak adanya penularan yang terjadi di pengusian. Pertimbangan itu menyusul kondisi Kalurahan Glagaharjo, yang dijadikan barak pengungsian, masih berstatus zona hijau walau Kapanewon Cangkringan sudah masuk zona merah.

Penambahan terbaru kasus Covid-19 di Kapanewon Cangkringan diketahui berada di Kalurahan Argomulyo dan Kalurahan Kalurahan Wukirsari. Dari situ, masing-masing menyumbang total tiga kasus baru.

"Sejauh ini di Kalurahan Glagaharjo, Umbulharjo, dan Kepuharjo belum pernah ditemukan kasus positif," tuturnya.

Joko menyampaikan, rapid test itu nantinya akan memanfaatkan bantuan 2.500 rapid test antigen yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sasaran utamanya adalah pengungsi, relawan, serta petugas yang beraktivitas selama ini di barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo.

“Untuk waktunya kapan nanti akan kami bicarakan lebih lanjut," ujarnya.

Wacana ini muncul setelah melihat peta persebaran kasus Covid-19 di seluruh kapanewon yang ada di Sleman.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

X