Jadwal Rapid Test Pedagang Pasar Bantul

- Kamis, 16 Juli 2020 | 23:52 WIB
Ilustrasi rapid test. (ayobandung/Irfan Al Faritsi)
Ilustrasi rapid test. (ayobandung/Irfan Al Faritsi)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Pedagang di 44 pasar di Bantul baru saja menggelar rapid test tahap pertama.

Sesuai ketentuan yang berlaku Dinas Kesehatan Bantul akan melakukan rapid test massal tahap kedua.

Kepala Dinkes Bantul Agus Budi Raharjo, mengatakan bahwa rapid test massal tahap kedua untuk para pedagang pasar tersebut sudah dijadwalkan setidaknya 7-10 hari setelah rapid test pertama. Hal tersebut juga sebagai respons kerena pada rapid test massal pertama hanya 7.441 pedagang yang mengikuti dari total 8.582 pedagang yang ada.

"Memang ketentuannya rapid test massal harus dilakukan dua kali dengan jangka waktu yang sudah ditentukan. Termasuk juga kepada orang-orang yang sudah melakukan tapi dinyatakan negatif atau nonreaktif, karena untuk mengantisipasi adanya false negatif," ujar Agus, Kamis (16/7/2020).

Agus menuturkan mulai hari ini sudah ada pasar yang memulai melakukan rapid test kedua tersebut. Pasalnya memang setiap pasar sudah ada jadwal masing-masing yang tidak sama antara satu pasar dengan yang lain.

Diketahui hasil rapid test massal tahap pertama di pedagang pasar ditemukan 96 orang yang dinyatakan reaktif. Menurut Agus hasil tersebut merupakan pertanda yang baik karena memang menjadikan pengendalian kasus Covid-19 di Bantul bisa lebih terpantau.

"Jadi memang bisa dibayangkan kalau Bantul tidak melakukan skirining masif maka kasus Covid-19 tidak akan ditemukan. Maka dari itu Bantul saat ini menggelorakan skrining dan rapid test secara massal supaya kasus itu ketemu," ungkapnya.

Agus menilai realita yang ada masyarakat sesuai dengan apa yang telah diprediksi oleh pihaknya saat ini bahwa memang penularan di masyarakat itu masih tetap ada. Pihaknya tidak ingin nantinya jika rapid test massal itu tidak dilakukan malah akan menjadi bom waktu bagi masyarakat Bantul.

Pihaknya menilai selama ini kasus positif yang ada di Bantul merupakan pelaku perjalanan yang melakukan tes Covid-19 secara mandiri. Oleh sebab itu pihaknya berinisiatif untuk mencari jikalau memang penyebaran Covid-19 itu terjadi hingga ke tengah masyarakat.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Mengharukan! Badut Berpenghasilan Rp20.000 Bantu ODGJ

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB

10 Rekomendasi Kuliner Murah dan Legendaris di Jogja

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
X