Inflasi DIY Meningkat Karena Idulfitri dan Harga Migor Naik? Begini Penjelasannya

- Selasa, 10 Mei 2022 | 13:00 WIB
Ilustrasi inflasi. (Pixabay)
Ilustrasi inflasi. (Pixabay)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) DIY pada April 2022 tercatat 1,14% (mtm).

Dengan capaian tersebut, secara tahunan inflasi DIY pada 2022 berada pada level 4,12% (yoy).

Inflasi DIY tercatat meningkat, terutama bersumber dari tekanan tarif energi, kenaikan permintaan di tengah perayaan HBKN, serta kenaikan harga minyak goreng.

Setyawan Budiharjo Direktur Bank BI DIY dalam siaran pers Selasa (10/5/2022) kenaikan tarif energi global mendorong kenaikan harga bensin, bahan bakar rumah tangga, dan penyesuaian harga tarif angkutan udara.

Penyesuaian harga ritel LPG masih berlangsung setelah penyesuaian kembali harga LPG nonsubsidi. Peningkatan seiring dengan kenaikan harga CPA (Contract Price Aramco) sebagai acuan harga LPG.

Meskipun demikian, LPG subsidi 3 Kg tidak mengalami perubahan harga dan tetap mengacu kepada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat. 

Baca Juga: Implementasi HET Minyak Goreng Efektif Jaga Inflasi DIY, Ini Penjelasannya

Kebutuhan perayaan HBKN dan relaksasi mobilitas yang diikuti dengan pelaksanaan mudik pada 2022 juga mendorong permintaan terhadap komoditas pangan seperti daging ayam ras dan minyak goreng.

Inflasi minyak goreng bersumber baik dari sisi suplai dan permintaan. Harga Pokok Produksi mengalami peningkatan sejalan dengan kenaikan biaya pupuk.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harkitnas, Sleman Laksanakan Upacara Bendera

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
X