Survei LKPI Klaim Warga akan Hindari Tokoh yang Potensi Timbulkan Polarisasi

- Selasa, 10 Mei 2022 | 06:58 WIB
Airlangga Hartanto. (Akun Instagram @airlanggahartanto_official.)
Airlangga Hartanto. (Akun Instagram @airlanggahartanto_official.)

JAKARTA, AYOYOGYA.COM- Survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia  (LKPI) menemukan mayoritas responden menghindari memilih tokoh yang berpotensi menimbulkan polarisasi di masyarakat jika diusung sebagai capres. Atas hal tersebut membuat elektabilitas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto semakin terkerek. 

Direktur Eksekutive LKPI Andri Gunawan  dalam siaran pers Selasa (10/5/2022) menyebutkan ketiga capres yang  dianggap oleh mayoritas respoden sebagai tokoh bakal capres yang bisa menimbul polarisasi di masyarakat dalam bentuk politik identitas pada saat Pilres nanti.

Hal ini bisa dilihat bahwa yang memilih ketiga tokoh tersebut jika dijumlahkan hanya 29,9 persen. Tokoh yang dianggap tidak berpontensi menciptakan polarisasi serta memebawa politik identitas di masyarakat jika pilpres digelar bisa berjumlah 55,8 persen, sedangkan yang tidak memilih sebanyak 14,3 persen.

"Sepertinya masyarakat sudah kapok dengan Pilpres 2014 dan 2019 yang menimbulkan polarisasi di masayarakat dengan mengusung politik identitas," ungkap dia.

Baca Juga: Survei TBRC: Elektabilitas Airlangga Salip Prabowo

Sementara itu elektabilitas tokoh dalam simulasi tertutup survei menempatkan Airlangga Hartarto 18,40%, Prabowo Subianto 16,80%, Ganjar Pranowo 8,20% , Andika Perkasa 6,80%, Puan Maharani 5,40%, Khofifah Indar Parawansa 5,10% dan Anies Baswedan 4,90%

Sementara itu Muldoko 4,40%, Dudung Abdurachman 3,30%, Gatot Nurmantyo 2,90%, Agus Harimurti Yudhoyono 2,90%, La Nyalla Mattaliti 2,30%, Muhaimin Iskandar 2,20%, Erick Thohir 2,10%, sedangkan tidak memilih memilih 14,30%. Total 100,00%.

Dari hasil temuan survei LKPI didapati sejumlah partai politik diprediksi tidak akan lolos parliamentary threshold (PT) atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dalam perhelatan Pileg 2024, hanya ada tujuh partai yang masih berada di atas ambang batas parlemen atau bisa mengirimkan kadernya untuk duduk sebagai anggota legislatif di Senayan.

Elektabilitas Golkar berada di peringkat teratas dengan nilai 17,8 persen. Posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan angka 16,4 persen, diikuti Partai Gerindra dengan 16,3 persen.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harkitnas, Sleman Laksanakan Upacara Bendera

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:00 WIB
X