Capai 14,04 Persen, Angka Kemiskinan di Bantul Naik Lagi

- Kamis, 13 Januari 2022 | 16:00 WIB
Bupati dan Wabup Bantul saat memberikan paparannya tentang kemiskinan. (Dokumen Pemkab Bantul.)
Bupati dan Wabup Bantul saat memberikan paparannya tentang kemiskinan. (Dokumen Pemkab Bantul.)

BANTUL, AYOYOGYA.COM - Setelah pandemi Covid-19, pada akhir tahun 2021 terjadi peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Bantul yang cukup signifikan.

Peningkatan kemiskinan saat ini terhitung pada akhir  2021 sejumlah 14,04 persen. Padahal sebelumnya angka kemiskinan di Bantul berada pada angka 12,5 persen.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Belum Turun, Jogja dan Bantul Gelar Operasi Pasar

"Pada tahun 2022 saat ini masih terus diamanati untuk dapat melakukan pemulihan ekonomi yaitu memulihkan ekonomi secara positif," jelas Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dalam siaran pers yang diterima Ayoyogya.com Kamis (13/1/2022) usai Konsolidasi Anggaran, Data dan Program Kemiskinan tahun 2022 kemarin Rabu (12/1/2022)?

Bupati menjelaskan untuk mencapai pemulihan ekonomi positif lanjutnya, program kegiatan yang ada di OPD-OPD khususnya OPD rumpun ekonomi seperti Pertanian, Pariwisata, Perindagkop, Perikanan Kelautan, Tenaga Kerja, harus mendasarkan pada data-data kemiskinan.

Baca Juga: Kapan Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di UMY? Polres Bantul: Belum Ada Laporan Masuk

"Fokusnya adalah daerah-daerah kemiskinan dan sasarannya adalah warga miskin utamanya yang berada di desil 1 dan desil 2," tutur Bupati.

Sementara, Wakil Bupati Bantul Joko B Purnomo memberikan masukan agar OPD rumpun ekonomi tersebut agar melakukan koordinasi dengan para Panewu dan Lurah apabila ada program penanggulangan kemiskinan agar komponen makanan dapat dimasukkan dalam program tersebut.

Baca Juga: 2022, Tantangan Panatacara di Bantul Makin Berat

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Sleman Positif Terpapar Covid-19

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:17 WIB
X