Pakar UGM Jogja Sarankan Ronda Malam karena ada La Nina: sebagai Antisipasi Bencana

- Kamis, 25 November 2021 | 12:00 WIB
Ilustrasi La Nina. Dampak La Lina memunculkan adanya angin kencang dan hujan deras. (IST via SuaraJogja.id)
Ilustrasi La Nina. Dampak La Lina memunculkan adanya angin kencang dan hujan deras. (IST via SuaraJogja.id)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM—Pakar Iklim dan Bencana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Emilya Nurjani mengatakan dampak yang dirasakan adanya La Nina adalah hujan yang cukup tinggi, bahkan di beberapa tempat menghasilkan hujan ekstrem di atas 100 mm/hari.

Jika itu terjadi, ungkapnya dapat menimbulkan beberapa bencana, antara lain banjir hingga longsor, yang biasa disebut sebagai bencana hidrometeorologis.

Meski La Nina merupakan fenomena iklim dengan siklus tahunan per 2, 3, 5, 7 tahunan sekali, menurutnya, bukan hanya La Nina saja, bila ada siklon, maka potensi curah hujan yang turun di wilayah Indonesia akan tinggi dan berisiko menciptakan bencana.

“Siklon juga menambah bencana gelombang tinggi di pesisir dan gelombang badai,” ujar Emilya, Rabu (24/11/2021).

Baca Juga: Waspadai! La Nina di Indonesia Berakhir Februari 2022  

Untuk wilayah-wilayah yang rawan memiliki potensi banjir dan longsor, ungkap dia, seharusnya sudah melakukan mitigasi saat BMKG mulai mengeluarkan prediksi.

Setiap ada curah hujan lebat, penduduk sudah harus melakukan evakuasi ke tempat yang aman yang sudah disediakan oleh pemerintah setempat.

“Perlu ada ronda malam untuk antisipasi banjir dan longsor, sehingga cepat diketahui, tetapi kalau di wilayah tersebut sudah ada alat alarm bencana longsor maka diikuti saja bunyi sirine bencananya,” jelas dia dikutip dari SuaraJogja.id-jaringan Ayoyogya.com, Kamis (25/11).

Menanggapi kebijakan pemerintah melalui Kementerian PUPR yang akan mengosongkan ratusan waduk dan bendungan untuk menampung hujan yang datang saat La Nina dengan cara mengurangi volume air, menurutnya tidak begitu efektif sebab kondisi banyak waduk dan bendungan sekarang ini posisi ketinggian airnya sudah di titik terendah kecuali waduk-waduk besar.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perangi Radikalisme, Pemuda Agen Ketahanan Nasional

Senin, 29 November 2021 | 16:30 WIB
X