Berikut Ulasan Lengkap Sejarah Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat

- Jumat, 24 September 2021 | 20:54 WIB
Ulasan Lengkap Sejarah Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat (Tangkapan layar aku YouTube / WWI Video)
Ulasan Lengkap Sejarah Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat (Tangkapan layar aku YouTube / WWI Video)

AYOYOGYA.COM -- Bagi Anda orang Indonesia, tentu sudah tidak asing dengan keberadaan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Kerajaan ini tepatnya berpusat di daerah Kotagede atau sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Kerajaan ini sempat mengalami perpindahan ke Plered, Kartasura dan Surakarta. Namun tahukah Anda kapan kerajaan ini muncul?

Ayoyogya akan bahas secara mendalam tentang hal tersebut. 

Seperti Apa Awal Mula Kemunculan Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat?

Dalam sejarah Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat, tercatat bahwa saat itu di dataran Jawa Tengah Selatan sekitar abad ke 16 berdiri kerajaan Islam Mataran. Namun, lambat laun kejayaan kerajaan tersebut semakin tergerus karena adanya penjajahan dari negeri Belanda. Dengan demikian, muncul gerakan anti penjajah yang dipimpin Pangeran Mangkubumi. Saat itu dirinya melakukan perlawanan bersama tokoh lokal yang berpengaruh seperti Patih Pringgalaya. Kemudian dibuat perjanjian Giyanti atau Palihan Nagari untuk mengakhiri perselisihan tersebut.

Baca Juga: 10 Objek Wisata Jogja Viral yang Wajib Dikunjungi 

Isi perjanjian Giyanti yang ditulis 13 Februari 1755 itu adalah pernyataan bahwa Kerajaan Mataram dipecah menjadi 2 bagian, yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan juga Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Terdapat perbedaan antara keduanya, di mana Ngayogyakarta dipimpin oleh Pangeran Mangkubumi atau sering disebut dengan Sultan Hamengku Buwono I. sedangkan Surakarta dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono III. 

Selain itu, perjanjian tersebut juga sudah diikuti dengan pertemuan pada tanggal 15 Februari 1755 di Lebak, Jatisari oleh Sunan Surakarta dan Sultan Yogyakarta di Jatisari. Dalam pertemuan ini dibahas mengenai peletakan dasar kebudayaan untuk tiap-tiap kerajaan. Konvensi yang diketahui dengan nama Perjanjian Jatisari ini mengulas tentang perbandingan identitas diri kedua daerah yang telah jadi 2 kerajaan yang berbeda.

Dalam perjanjian ini, dibahas berbagai macam hal mulai dari adat istiadat, bahasa, cara berpakaian, tari-tarian sampai dengan gamelan. Secara umum, inti dari perjanjian ini adalah bahwa sebagai pemimpin, Sultan Hamengku Buwono I akan melanjutkan tradisi lama yang diwariskan kerajaan Mataram. Sedangkan itu, Sunan Pakubuwono III setuju untuk memberikan modifikasi ataupun menghasilkan wujud budaya baru. Pertemuan Jatisari ini kemudian menjadi awal pertumbuhan berbeda antara Surakarta dan juga Yogyakarta.

Baca Juga: 10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Kemudian pada tanggal 12 Maret 1755 menjadi tanggal bersejarah untuk Kesultanan Yogyakarta, di mana saat itu proklamasi Hadeging Nagari Yogyakarta Hadiningrat pertama kali dibacakan. Setelah itu, kemudian pada tanggal 9 Oktober 1755 dibangun Keraton Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono I.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pakar UGM Desak Segera Realisasikan UU PDP

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:34 WIB

Info Vaksinasi di RSUD Sleman, Gunakan 3 Jenis Vaksin

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:00 WIB
X