Peneliti UGM: Asal Tidak Disalahgunakan, Ilmu Santet Miliki Manfaat Kebaikan

- Selasa, 21 September 2021 | 12:50 WIB
Ilustrasi santet. Tim peneliti UGM Yogyakarta meneliti fonemena santet. (shutterstock)
Ilustrasi santet. Tim peneliti UGM Yogyakarta meneliti fonemena santet. (shutterstock)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM-- Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menyatakan ilmu santet ternyata memiliki nilai positif bahkan memiliki manfaat kebaikan.

Kebaikan seperti penyembuhan dan kesehatan. Meski demikian nilai positif ini terjadi ketika diterapkan tepat dan tidak disalahgunakan.

Melansir dari SuaraJogja.id - jaringan Ayoyogya.com, Selasa (21/9/2021) penelitian dilakukan oleh Tim PKM-RSH UGM yang terdiri dari Izza (Arkeologi 2019), Derry (Bahasa dan Sastra Indonesia 2019), Ana (Arkeologi 2019), Syibly (Psikologi 2018), dan Fadli (Sastra Jawa 2018).

Berangkat dari fenomena beragamnya persepsi masyarakat mengenai santet, mereka melakukan penelitian terkait bagaimana santet dipahami di masyarakat dan bagaimana pemahaman tersebut berubah dari sesuatu yang memiliki nilai positif menuju hal yang sepenuhnya negatif sebagai ilmu hitam.

Tim PKM-RSH UGM yang dikoordinatori oleh Izza mencoba mengangkat kembali konsep nilai positif santet, yang sudah mengalami pergeseran dan marginalisasi di era modern sekarang ini.

Menurutnya, rekontekstualisasi nilai-nilai santet perlu dilakukan untuk menyelaraskan konsep santet dulu dengan sekarang serta membebaskan santet dalam ruang nalar yang salah akibat marginalisasi dan politisasi ideologi yang berkepentingan.

Baca Juga: Aktualisasi Dunia Kerja dengan Ilmu Praktis Saat Kuliah

Santet, lanjutnya, juga patut dipandang sebagai kekayaan intelektual bangsa yang perlu dipahami dengan arif dan bijaksana, sehingga tidak ada lagi marginalisasi antarbudaya.

Santet dalam ruang nalar orang Jawa pada waktu itu memuat dua paradigma nilai positif atau kebaikan yang tergambarkan melalui piranti-piranti dan konsep yang membingkai santet menjadi positif serta paradigma nilai santet yang negatif akibat penyalahgunaan santet tersebut.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X