Meski Pandemi, Jumlah Investor di DIY Capai 96.692 Penanam Modal

- Senin, 13 September 2021 | 20:26 WIB
Ilustrasi investor dan perdagangan bursa saham  ( Unsplash/Executium)
Ilustrasi investor dan perdagangan bursa saham ( Unsplash/Executium)

  AYOYOGYA.COM -- Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat pertumbuhan signifikan dari jumlah investor yang menanamkan modal di DIY.

Kepala Perwakilan BEI DIY Irfan Noor Riza menyebutkan, jumlah investor hingga Agustus 2021 mencapai 96.692 penanam modal. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan dengan jumlah investor bulan yang sama tahun lalu yang mencapai 56.113 penanam modal.

"Dalam 1 tahun jumlah investor di DIY mengalami peningkatan sebanyak 40.579 investor. Suatu angka pertumbuhan yang sangat signifikan untuk ukuran DIY dalam kurun waktu setahun terakhir karena ini masa pandemi di mana ekonomi konon terimbas,” kata Irfan, Senin (12/9/2021).

Baca Juga: Investasi Sedari Dini Penting, Ini yang Harus Diingat

Irfan menambahkan, bersamaan dengan pertumbuhan jumlah investor di DIY, transaksi pasar modal pun mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan. Jumlah rata-rata transaksi bulanan selama 2021 (Januari–Agustus) mencapai angka Rp5,61 Triliun per bulan.

Jika dilihat periode yang sama di tahun sebelumnya, rata-rata transaksi bulanan di DIY hanya mencapai Rp1,44 Triliun per bulan. Hal ini menunjukkan jika respons masyarakat DIY terhadap BEI cukup tinggi meskipun pandemi Covid-19.

"Dan kegembiraan menjadi lengkap dengan adanya pertumbuhan jumlah emiten di DIY. Jumlah emiten di DIY juga bertambah 1 (satu) emiten lagi," terang dia dalam berita Suara--jaringan Ayoyogya.com.

Baca Juga: Patut Dicoba, 6 Ide Bisnis Buket dengan Modal Kecil tetapi Cuan Banyak

Irfan menyebut, pada hari Rabu (8/9/2021) yang lalu sebuah perusahaan di DIY yang mencatatkan diri di lantai bursa (go public) bertambah. Di mana saham PT Global Sukses Solusi Tbk. (RUNS) resmi tercatat di Papan Akselerasi Bursa Efek Indonesia (BEI). RUNS merupakan perusahaan tercatat ke-33 yang tercatat di BEI pada tahun 2021.

"Dan merupakan emiten ke-4 (empat) dari Yogyakarta. Semoga semakin banyak perusahaan tercatat yang muncul dari Kota Yogyakarta,” ujar Irfan.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengharukan! Badut Berpenghasilan Rp20.000 Bantu ODGJ

Jumat, 24 September 2021 | 16:30 WIB

10 Tempat Ngopi Asyik dan Instagramable di Jogja

Jumat, 24 September 2021 | 12:00 WIB

10 Rekomendasi Kuliner Murah dan Legendaris di Jogja

Kamis, 23 September 2021 | 15:30 WIB
X