Terbitkan Perpres untuk Larang Warga Mudik Lebaran

- Minggu, 4 April 2021 | 05:02 WIB
Ilustrasi -- Mudik Lebaran. (Ayobandung.com)
Ilustrasi -- Mudik Lebaran. (Ayobandung.com)

AYOYOGYA.COM – Supaya berjalan efektif, sebaiknya pemerintah dapat menerbitkan Peraturan Presiden terkait kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini.

Harapannya semua instansi Kementerian dan Lembaga yang terkait dapat bekerja maksimal. Untuk keberlangsungan usahanya, bisnis transportasi umum darat wajib mendapatkan bantuan subsidi seperti halnya moda udara, laut dan kereta.

Pemerintah melalui Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PKM) Muhajir Effendi melarang semua kalangan (ASN, TNI, Polri, BUMN, karyawan swasta, maupun pekerja mandiri dan juga seluruh masyarakat) untuk mudik Lebaran, mulai 6 - 17 Mei 2021. Adapun larang mudik Lebaran dilakukan untuk menekan meluasnya kasus Covid-19 yang mungkin terjadi setelah mudik.

Keputusan pelarangan mudik sebenarnya empirik based on data. Setiap kali selesai liburan panjang, angka penularan Covid-19 pasti meningkat signifikan. Ada pelarangan mudik, walaupun pada kenyataannya di lapangan pasti akan ada pelanggaran. Jika tidak dilarang, susah dibayangkan jutaan manusia mudik seperti tidak ada pandemi dan pasti juga nantinya akan ada ledakan penderita Covid-19 baru pasca-Lebaran. Hal ini secara psikologis akan membuat menurunkan kepercayaan (low trust) terhadap kebijakan pandemi utamanya vaksinasi. Vaksinasi bisa dianggap gagal jika terjadi ledakan penderita Covid-19 pasca-Lebaran dan akan semakin membuat masyarakat tidak percaya kepada pemerintah. Memang banyak energi yang harus dikeluarkan di lapangan, itu harga yang harus ditanggung pemerintah.

Bercermin pada libur panjang sebelumnya dan libur lebaran tahun lalu, sepertinya ini akan mengulang kesalahan masa lalu. Jika tidak dilakukan evaluasi menyeluruh. Polri yang memiliki wewenang di jalan raya tidak mampu melarang sepenuhnya mobilitas kendaraan. Masyarakat punya cara mengakali dengan berbagai macam.

Dampak lain yang diperkirakan, seperti angkutan umum pelat hitam akan semakin marak. Kendaraan truk diakali dapat digunakan mengangkut orang. Bisnis PO Bus resmi makin terpuruk setelah tahun lalu juga mengalami masa suram. Pendapatan akan berkurang dan menurun drastis. Mudik menggunakan sepeda motor masih mungkin dapat dilakukan. Karena jalan alternatif cukup banyak dan sulit dipantau. 

Data dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah pada saat musim pelarangan mudik lebaran 2020, sebanyak 1.293.658 orang masuk ke Jawa Tengah. Potensi mudik Lebaran ke Jawa Tengah tahun 2020 diprediksi sebesar 5.956.025 orang. Tidak mudik 3.335.374 orang (56 persen), mudik 2.203.729 orang (37 persen) dan mudik dini 416.922 orang (7 persen).

Adanya pengecualian dalam kebijakan pelarangan mudik lebaran telah menimbulkan banyak penafsiran dan penyimpangan. Berpotensi terjadinya pungutan liar. Surat keterangan dapat dijadikan lahan subur pendapatan tidak resmi. 

Jika pemerintah mau serius melarang, caranya mudah. Pada rentang tanggal yang sudah ditetapkan itu, semua operasional transportasi di bandara, terminal penumpang, stasiun kereta dan pelabuhan dihentikan. Tahun 2020, operasional KA jarak jauh, kapal laut dan penerbangan domestik dan internasional,  berhenti operasi mulai 25 April hingga 9 Mei (selama 15 hari).

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Peran Sekolah dalam Membumikan Literasi 

Kamis, 9 September 2021 | 15:09 WIB

5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Kamis, 2 September 2021 | 13:31 WIB

Suka Duka Belajar di Masa Pandemi

Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Mengenal Kampus Mengajar dan Tips Mengikuti Program KM

Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:00 WIB

Perasaanmu Bagaimana?

Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Sampai di Sini

Jumat, 6 Agustus 2021 | 23:52 WIB

Semu

Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB

Air Mata

Sabtu, 31 Juli 2021 | 07:37 WIB

Rasa Gunung Tidar

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:45 WIB

Pernah Singgah

Rabu, 28 Juli 2021 | 23:37 WIB

Ulah Pandemi, Pendidikan Alami Resesi

Selasa, 20 Juli 2021 | 19:58 WIB

Mematahkan Stigma Sekolah Kedinasan Rawan Pungli

Minggu, 18 Juli 2021 | 01:40 WIB
X