Bengkel di Gunungkidul Sulap Mitsubishi Menjadi Serupa Lamborghini

- Selasa, 9 Maret 2021 | 15:59 WIB
Mobil Mitsubishi Galant Hiu diubah menjadi mirip mobil sport Lamborghini Aventandor oleh Suharyanto (42), warga Playen, Gunungkidul. - (SuaraJogja.id/Julianto)
Mobil Mitsubishi Galant Hiu diubah menjadi mirip mobil sport Lamborghini Aventandor oleh Suharyanto (42), warga Playen, Gunungkidul. - (SuaraJogja.id/Julianto)

GUNUNGKIDUL, AYOYOGYA.COM -- Pemilik bengkel High Class Auto Custome, Suharyanto (42) menguji coba mobil yang tengah ia kerjakan.

Suharyanto bersama kru bengkel yang berada di Pedukuhan Nogosari III, Kalurahan Bandung, Kapanewonan Playen, Kabupaten Gunungkidul tersebut, terlihat lalu lalang di beberapa ruas jalan, terutama jalan baru Gading Playen-Ngalang Gedangsari.

Menurut Suharyanto, uji coba ini menjadi puncak dari proses pengerjaan mengubah mobil Mitsubishi Galant Hiu keluaran tahun 2000 menjadi mirip mobil sport Lamborghini Aventador. Dua tahun lebih Suharyanto memulai proses ini.

Warga Playen tersebut mengaku mengerahkan segala kemampuan yang ia dapat dari pengalamannya ikut bengkel custom di kota lain. Sebab, ia tidak pernah mengenyam pendidikan teknik mesin secara formal.

Meskipun hanya lulusan SMP, tetapi ia mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam mengubah Mitsubishi Galant Hiu menjadi Lamborghini Aventador. Bagian tersulit hanyalah memindah mesin dari bagian depan menjadi di bagian belakang mirip mobil asal Italia tersebut.

"Untuk memindah mesin tersebut, saya membutuhkan waktu sekitar 4 bulan," tutur Suharyanto kepada wartawan, akhir pekan lalu.

Untuk urusan mesin, pekerjaan yang paling sulit adalah membuat dudukan (rumah) mesin tersebut di bagian belakang serta tetap bisa menjaga power steering dari mobil, sehingga terus stabil. Di samping itu, ia juga harus meng-upgrade kapasitas mesin dari 2.500cc menjadi 2.600cc.

Sementara untuk pengerjaan fairing atau bodi mobil, waktunya cukup lama karena membutuhkan sesuatu yang sangat detil, apalagi pemilik mobil memilih untuk menggunakan bahan dari pelat baja ketimbang dengan fiber. Alasannya, ketika menggunakan pelat akan lebih aman dibanding fiber.

"Kalau fiber misalnya nabrak itu patah atau pecah, tetapi kalau pelat tidak demikian. Jadi sekarang banyak yang memilih menggunakan pelat," ujarnya.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

Ingat Uang Jadul Pecahan Rp5.000, Ingat Danau Kelimutu

Minggu, 5 September 2021 | 17:05 WIB

Menyaksikan Hari Tanpa Bayangan

Minggu, 29 Agustus 2021 | 13:44 WIB

Google Hentikan Penjualan Pixel 5 dan 4a 5G

Minggu, 22 Agustus 2021 | 13:53 WIB

Rekomendasi Jurusan Kuliah di Era Industri 4.0

Kamis, 19 Agustus 2021 | 09:56 WIB

Inilah Resep Sale Pisang Khas Majenang Cilacap

Rabu, 18 Agustus 2021 | 01:00 WIB

Pesona Gunung Prau, Pendakian yang Membuatmu Candu

Selasa, 17 Agustus 2021 | 16:43 WIB

3 Website Belajar Online Gratis, Ada Rangkuman Materi!

Minggu, 15 Agustus 2021 | 10:39 WIB

Begini Cara Merawat Kaktus Hias agar Awet

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 12:18 WIB

9 Tips agar Tidak Mabuk Perjalanan 

Senin, 9 Agustus 2021 | 16:37 WIB
X